Apresiasi Poldasu Ungkap Penggunaan Rapid Tes Antigen Bekas Di Bandara Kualanamo, LI BAPAN RI Sumut

By romeo 03 Mei 2021, 11:07:48 WIB Sumatera Utara
Apresiasi Poldasu Ungkap  Penggunaan Rapid Tes Antigen Bekas Di Bandara Kualanamo, LI BAPAN RI Sumut

Keterangan Gambar : KABAN LI BAPAN RI SUMUT, THAMRIN, SEKJEN, ANANDA KUMAR, JOHANES SIREGAR, SH DAN ANDREAS SINAGA, SH


MEDAN - Pengungkapan kasus dugaan penggunaan alat Rapid antigen daur ulang (bekas) oleh petugas Kimia farma laboratorium Lantai M Bandara Kualanamu internasional Airport mendapat perhatian serius dari Lembaga Investigasi (LI) Badan Advokasi Penyelamat Aset Negara (Bapan) Sumatera Utara. Tidak tanggung-tanggung, untuk membantu pihak Kepolisian Daerah Sumatera Utara, LI Bapan RI Sumut membentuk Posko Pengaduan kepada penumpang pesawat Bandara Kualanamo.

Hal ini disampaikan oleh Ketua BAPAN, Thamrin diwakili oleh Sekjen LI BAPAN RI, Ananda Kumar didampingi  Johanes Siregar, SH dan Andreas Sinaga, SH kepada wartawan. Ia juga meminta kepada Poldasu untuk mengungkap aliran dana Rp 1,8 Milyar keuntungan ke-4 pelaku.

"Apakah keuntungan Rp 1,8 Milyar itu terputus hanya pada rekanan? Pertanyaan kedua, apakah karena rekanan, anak perusahaan PT Kimia Farma, pengambilan alat rapid tes dari Kimia Farma, alat yang tadi tidak diberikan lari kemana? Untuk membantu Poldasu, kita membuka Posko Pengaduan disini di Jalan Akasia 1, Kelurahan Durian Kecamatan Medan Timur dengan No pengaduan 0852-3688-1777 a/n Ananda Kumar. Dibentuknya posko ini bertujuan untuk mengadvokasi penumpang yang menjadi korban Rapid tes antigen bekas," ujarnya, Senin (3/5/2021). 

Baca Lainnya :

Ananda menambahkan, seharusnya Ketua Gugus Tugas Covid-19 bertanggung jawab karena dalam pelaksanaan Rapid Tes itu dibawah naungan Gugus Tugas. Jadi Gubernur Sumut bertanggung jawab untuk menyelidiki aktor intelektual dalam kasus ini. 

"Karena dalam Gugus Tugas ini ada 3 Pilar karena kasus ini telah mencoreng bukan hanya nama Sumatera Utara karena ini terjadi di Bandara Internasional. Nama baik Negara dipertaruhkan termasuk barang bekas Rapid tes antigen itu, darimana mereka dapat? Harus diselidiki darimana mereka dapat. Jadi jangan terfokus di 5 tersangka," terangnya. 

"Seharusnya pihak Kimia Farma juga memiliki monitoring dan evaluasi untuk meningkatkan mutu dan kualitas Kimia Farma. Jika seandainya kimia Farma lepas tangan bahwa itu adalah bukan tanggung jawab kami tapi rekanan, ini bukan kesalahan 1 orang, ini sudah merupakan pemufakatan jahat dengan keuntungan Rp 1,8 Milyar. Bagaimana dengan limbah B3 nya?," tanya lagi Kumar. 

Ananda Kumar menyayangkan tidak adanya standarisasi pengawasan pemakaian Rapid tes antigen di Bandara Kualanamo baik limbah maupun tidak. 

"Apakah limbahnya dibuang begitu saja tanpa pengawasan limbah B3, karena limbah medis ini berbahaya. Jadi kami melihat dari penegakkan hukum tidak hanya berhenti pada 5 orang tersangka ini. Kami mengharap pihak Poldasu bisa mengusut siapa saja aktor intelektual perencana ini semua. Karena 5 orang tersangka tidak mungkin berani mengambil satu kebijakan tanpa arahan dari aktor intelektual itu. Dengan keuntungan Rp 1,8 Milyar itu apakah diperuntukkan untuk 5 orang itu saja? Dari laporan keuntungan itulah kita dapat melihat kemana aliran dana itu," tegasnya. 

LI BAPAN RI Sumatera Utara berharap agar mengadakan penegakkan hukum yang benar-benar yang diduga adanya aktor intelektual. 

"Kami meminta Bapak Jokowi untuk mengusut tuntas kasus ini, jika ada keterlibatan pejabat dalam kasus ini agar dihukum berat," harapnya mengakhiri. 

Diberitakan sebelumnya, Ditreskrimsus Poldasu berhasil menangkap 4 orang petugas Kimia Farma Labolatorium Rapid Antigen di Lantai M Bandara Kualanamu internasional airport yang diduga menggunakan alat SWAB Antigen daur ulang (bekas) kepada para penumpang Bandara Kualanamo, Medan, Selasa (27/4/2021).

Adapun petugas yang diamankan  berinisial RN, AD, AT, EK, dan EI. Mereka ditangkap karena diduga telah menyalahi aturan proses rapid test antigen, yakni dengan menggunakan alat steril swab stuck bekas. (Rom)





Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment